Long Distance Friendship



Long Distance Friendship (LDF)

            Apa an sih LDF? Pastinya udah ketauan dari artinya ya. Hubungan Jarak Jauh dalam Persahabatan, siapa sih yang gak pernah ngalamin ini, tentunya hampir semua orang diluar sana  pernah mengalami masalah ini. Sebenarnya ini hanya sebutan untuk persahabatan yang berjarak dan saya singkat LDF biar keren, dan tidak kalah kece dengan hubungan jarak jauh yang lain kayak LDR dll.
            Menurut saya hubungan dalam persahabatan itu gak kalah pentingnya buat dibahas selain membahas masalah hubungan dalam percintaan atau apalah. Kenapa begitu? Karena persahabatan pun juga bisa Long Distance, seperti apa yang saya alami saat ini, dimana saya harus berkomunikasi jarak jauh dengan sahabat-sahabat saya dan tentunya tidak bisa bertemu setiap hari seperti dulu karena sekarang sudah terpisah oleh jarak. Akibat long distance ini bahkan kami jarang untuk berkomunikasi dengan alasan karena kami sibuk dengan kegiatan kami masing-masing. Hal seperti ini wajib kami maklumi dalam hal persahabatan karena sekarang kami sudah tidak satu tempat dan satu aktifitas seperti dulu.
Ngomong-ngomong soal sahabat saya, saya dan mereka ini bertemu disaat kami duduk di bangku SMA/sederajat. Berawal dari perkenalan yang malu-malu kemudian berlanjut dengan obrolan yang memalukan. Kami merasa cocok karena sifat kami yang sama-sama humoris, kocak, suka selfi kemana-mana. Dulu kami selalu bersama, susah, senang, bahagia bersama bahkan sedih pun bersama, sampai-sampai kami dijuluki tiga sekawan. Agar lebih dikenal di sosmed bahkan kami membuat julukan “tiga cyamikz”, alay ya? Tapi ya itulah kami dulu. Sama seperti persahabatan dalam umumnya kami juga sering bertengkar, marahan, cuek-cuekan karena perbedaan pendapat. Tapi itulah yang menjadi resep langgengnya persahabatan kami.
            Seiring berjalannya waktu, akhirnya kami harus terpisahkan oleh keadaan, dimana sahabat-sahabat saya harus hijrah ke kota orang, untuk meraih cita-cita dan karir mereka, sedang saya tetap disini di kota kelahiran saya untuk menuntut ilmu, saya senantiasa menunggu mereka pulang ke kota kelahiran ini untuk hanya sekedar mengbrol bersama dengan secangkir kopi hangat. Untuk meluapkan semua keluh kesah atas aktifitas yang tiada hentinya.
            Namun, entah mengapa harapan kami untuk dapat berkumpul bersama-sama lagi sangat sulit untuk terwujud. Semua agenda pertemuan yang sudah kami rencanakan entah mengapa selalu tidak pernah terlaksana. Hal ini membuat saya semakin rindu dengan sahabat-sahabat saya ini, kerinduan ini seakan-akan sudah di ubun-ubun dan siap diluncurkan.
Ya tapi bagaimana lagi, saya atau bahkan mereka (sahabat-sahabat saya) tidak bisa egois dengan keadaan ini, karena sekarang bukanlah dulu. Sekarang kita sudah tumbuh dewasa dengan pekerjaan kita masing-masing, yang tidak dapat begitu saja ditinggalkan hanya untuk menyeruput secangkir kopi bersama setiap hari.
            Hanya harapan-harapan yang kini selalu kusebut dalam setiap do’a ku untuk persahabatan kita. Harapan-harapan kecil untuk tetap bersahabat sampai nanti.
Kawan jangan pernah lupa dengan persahabatan yang telah kita lewati selama ini, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari saat ini. Kawan, kalian adalah orang-orang terhebat dalam hidupku, yang mampu mengispirasiku untuk menjadi orang yang selalu memperjuangkan apa yang perlu diperjuangkan dalam hidup ini. Terimaksih sahabatku Love You. You are my everything.



(only story friendship of countryside child)
Thanks For Reading

Komentar

Postingan Populer