Hubungan Kerjasama Bank Indonesia Dengan Organisasi Internasional
Bank Indonesia selain memiliki
hubungan kerjasama dengan pemerintah juga memiliki hubungan kerjasama dengan
organisasi-organisasi atau lembaga Internasional. Bentuk
kerja sama dengan negara lain dapat berupa kerja sama di bidang politik,
ekonomi, sosial, pendidikan, pertahanan, keamanan, dan sebagainya. Kerjasama
dengan lembaga-lembaga internasional termasuk multilateral dilakukan sesuai
tugas yang diembannya. Adapun materi yang dapat dikerjasamakan meliputi bidang:
a. Intervensi
bersama untuk kestabilan pasar valuta asing
b. Penyelesaian
transaksi lintas negara
c. Hubungan
koresponden
d. Tukar-menukar
informasi mengenai hal-hal yang terkait dengan tugastugas bank sentral,
termasuk dalam melakukan pengawasan bank
e. Pelatihan/penelitian,
seperti masalah moneter dan pembayaran
Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, kerjasama yang dilakukan cenderung ditujukan
untuk peningkatan perdagangan internasional. Kerjasama perdagangan tersebut
diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan negara yang terlibat dalam
perjanjian perdagangan, yaitu dengan mengadakan komoditas yang memiliki
keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif. Hal itulah mmelatarbelakngi
Indonesia sebagai salah satu negara terbuka yang berkomitmen untuk ikut serat
dalam perjanjian perdagangan bebas diberbagai kawasan. Secara umum kerjasama
perdagangan internasional ditunjukkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi
masing-masing negara dikawasan tersebut.
Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional
Kerja
sama ekonomi internasional adalah kerja sama yang menunjukkan hubungan
antarnegara dalam bidang ekonomi dengan dasar kepentingan tertentu untuk dapat
meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan
struktur kegiatan ekonomi nasional. Kerja sama tersebut berada di bawah
pembinaan dan pengawasan salah satu badan PBB yaitu Dewan Ekonomi dan Sosial
(ECOSOC = Economic and Social Council), karena ECOSOC merupakan badan PBB yang
mengoordinasikan pekerjaan-pekerjaan di bidang ekonomi dan social.
Ada banyak
sekali lembaga Internasional yang diikuti Bank Indonesia, ada yang atas nama
Bank Indonesia sendiri sebagai anggota (meliputi ; SEACEN,, SEAZEN, EMEAP,
ACBF, BIS), ada yang atas nama pemerintah sebagai anggota (meliputi ; ASEAN,
ASEAN+3, ADB, APEC, Manila Fraework, ASEM, IDB, IMF, World Bank/ IBRD, IDA,
IFC, MIGA, WTO, G20), serta atas nama pemerintah sebagai pengamat (meliputi ;
G15, G24). Dan kali ini penulis akan membahas salah satu lembaga internasional
yang di ikuti Bank Indonesia dengan atas nama pemerintah sebagai anggota
lembaga internsional, yaitu hubungan Bank Indonesia dengan IDA (International
Development Association).
A. Sekilas Tentang IDA (Internasionl Development Assosiation)
IDA
(International Development Association) atau Asosiasi Pembangunan Internasional
adalah bagian dari Bank Dunia yang membantu negara-negara termiskin di dunia. Didirikan pada tahun 1960 di Washington
Amerika Seriakat, IDA bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dengan
memberikan pinjaman (kredit) dan hibah untuk program yang mendorong pertumbuhan
ekonomi, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat.
IDA menawarkan pinjaman Bank Dunia Bank
Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD). IBRD didirikan dengan fungsi sebagai
bisnis mandiri dan memberikan pinjaman dan saran untuk berpenghasilan menengah
dan negara-negara miskin kredit yang layak. IBRD dan IDA berbagi sama staf dan
kantor pusat dan mengevaluasi proyek-proyek dengan standar yang ketat yang
sama.
IDA merupakan
salah satu sumber terbesar dari bantuan untuk 771 negara termiskin di dunia, 39
di antaranya berada di Afrika, dan merupakan sumber terbesar dari dana donor
untuk pelayanan sosial dasar di negara-negara tersebut.
IDA meminjamkan
uang dengan persyaratan
konsesi. Ini berarti bahwa kredit IDA memiliki muatan bunga nol atau sangat
rendah dan pembayaran yang membentang lebih dari 25 sampai 38 tahun, termasuk
masa tenggang 5 sampai 10 tahun. IDA juga memberikan hibah kepada negara-negara
berisiko memiliki utang. Selain pinjaman
lunak dan hibah, IDA memberikan tingkat signifikan utang melalui Heavily
Indebted Poor Countries (HIPC) Initiative dan Multilateral Debt Relief
Initiative (MDRI).
Pada tahun
fiskal yang berakhir 30 Juni 2015, komitmen IDA mencapai $ 19000000000, dimana
13 persen diberikan pada istilah hibah. komitmen baru di FY15 terdiri 191
operasi baru. Sejak tahun 1960, IDA telah memberikan $ 312.000.000.000 untuk
investasi di 112 negara. komitmen tahunan telah meningkat terus dan rata-rata
sekitar $ 19000000000 selama tiga tahun terakhir.
IDA adalah
lembaga yang mendukung
berbagai kegiatan pembangunan, seperti pendidikan dasar, pelayanan kesehatan
dasar, air bersih dan sanitasi, pertanian, perbaikan iklim usaha,
infrastruktur, dan reformasi kelembagaan. Intervensi ini membuka jalan menuju
kesetaraan, pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pendapatan yang
lebih tinggi, dan kondisi hidup yang lebih baik. Untuk periode 1 Juli 2014-Juni
30, 2017 (IDA17), operasi IDA menempatkan penekanan khusus pada empat bidang
tematik sepert, perubahan
iklim, negara-negara rapuh dan terkena dampak konflik, kesetaraan gender, dan
pertumbuhan inklusif.
Mengenai
keanggotaan IDA, IDA terbuka bagi semua anggota Bank Dunia. Indonesia mulai
menjadi anggota IDA pada tahun 1968.
B.
Manfaat
IDA (Internasionl Development Assosiation) terhadap Indonesia
Sejak
krisis ekonomi 1997, Indonesia hanya memenuhi syarat untuk memperoleh pinjaman
IDA. Krisis ekonomi telah menyebabkan merosotnya GNP. Meskipun penyehatan
ekonomi Indonesia dilakukan secara komprehensif guna mendorong pertumbuhan
ekonomi, GNP per kapita Indonesia diperkirakan tetap akan berada di bawah
persyaratan minimum negara yang berhak menerima bantuan IDA.
Pinjaman IDA kepada Indonesia dibatasi hanya untuk membiayai proyek-proyek yang
digunakan untuk mengatasi kemiskinan dan gejolak sosial, sehingga kurang
berdampak positip terhadap pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang telah dicapai
sebelumnya. Bantuan itu hanya berpengaruh pada pengurangan kemerosotan
jasa-jasa sosial dasar, seperti pendidikan dan kesehatan penduduk miskin
Indonesia.
Pinjaman IDA terutama ditujukan kepada negara-negara termiskin dan
kadang-kadang kepada negara-negara berpenghasilan rendah menengah untuk
program-program tertentu yang berfokus pada pengentasan kemiskinan. Pinjaman
IDA tidak dikenakan bunga dan masa pengembalian pinjaman selama 35-40 tahun,
termasuk masa tenggang 10 tahun. Karena alasan inilah “pinjaman” ini disebut
“kredit”. Selama masa CAS saat ini atau sejak tahun 2004, Indonesia telah
menerima kredit IDA senilai $948 juta dan US$362 juta lagi untuk tahun 2008.
Kredit-kredit baru mempunyai masa jatuh tempo 35 tahun dengan masa tenggang 10
tahun. Pinjaman pokok akan dibayar sebesar 2,5 persen per tahun selama tahun ke
11-20 dan sebesar 5 persen per tahun selama tahun ke 21-35, sehingga kredit IDA
menjadi sumber yang paling kompetitif untuk mendukung pembangunan.
Dalam hal stabilitas makro ekonomi, Indonesia telah berhasil mencapai banyak
target fiscal, termasuk secara signifikan menurunkan rasio utang terhadap
produk domestik bruto dari 61 persen di tahun 2003 menjadi 24 persen pada tahun
2012.
Adapun
kegiatan yang masih berjalan sampai sekarang dengan Bank Dunia adalah:
o
Proyek
Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
o
PNPM
(program nasional pemberdayaan masyarakat desa).
o
Projek
penjamin insfratruktur di Indonesia.
Referensi :
Djumhana, Muhammad. 2012. Hukum
Perbankan di Indonesia. Bandung: PT CITRA ADITYA BAKTI.
SSBelajar. 2012. Kerjasama
Internasional. http://www.ssbelajar.net/2012/03/kerjasama-internasional.html. diakses tanggal 28 Maret 2016
pukul 15.14
Wikpedia. Asosiasi Pembangunan
Internasional. https://id.wikipedia.org/wiki/Asosiasi_Pembangunan_Internasional. diakses tanggal 28 Maret 2016
pukul 15.06
World Bank. about-the-development-economics-group-dec.
http://www.worldbank.org/en/research/brief/about-the-development-economics-group-dec. diakses tanggal 28 Maret 2016
pukul 15.05
International Development
Association. 2012. http://badan-badankerjasamainternational.blogspot.co.id/2011/11/intenational-development-association.html. diakses tanggal 28 Maret 2016
pukul 15.20
Komentar
Posting Komentar