Artikel sosiologi
KDRT
Ini adalah kisah
di suatu desa, tepatnya didesa Suruhan lor dusun Gading. Pada suatu hari pukul
10.00 pagi, ketika saya berada dirumah berkumpul dengan keluarga besar saya,
kami sekeluarga mendengar teriakan orang minta tolong, “tolong…. tolong”
katanya. Sepontan Bapak saya pun keluar dan bertanya kepada orang yang lewat
didepan rumah. “Ada apa pak Han?” Tanya bapak. “ada orang yang ditusuk
wajahnya.” Saya pun beserta ibu, kakak dan para tetangga pun keluar dari rumah
masing-masing dan memastikan bahwa yang kami dengar adalah benar.
Setelah itu kami
dan para tetangga beramai-ramai menuju pusat suara atau TKP. Tapi belum sampai
TKP saya kembali karena tidak diperbolehkan oleh bapak saya, kemudian saya pun
kembali kerumah. Tak lama kemudian bapak kembali dan bercerita, ternyata yang
di tusuk tadi adalah Bu Syanti tepatnya istri dari Pak Gino, dan yang menusuk
adalah Pak Gino sendiri, saudara Gino akhir-akhir ini diketahui bahwa dia
mengalami goncanga secara pskiologis karena kasus ekonomi yang tengah membelit
keluarganya yaitu, hutang yang lumayan besar.
Kejadian penusukan
tersebut terjadi ketika Bu syanti berada di dapur sedang membuat kopi untuk
saudaranya yang sedang bertamu kerumahnya. Tiba-tiba pak Gino masuk kedapur dan
membengkam mulut sang istri lalu dari arah tangannya pak Gino menusukkan sebuah
paku besar kearah wajah Bu Syanti berkali-kali, hingga wajahnya pun berlumuran
darah. Melihat kejadian tersebut saudara Bu Syanti yang ada diruang tamu pun
berlari keluar, dan tidak melerainya dikarena takut. Kemudian setelah para
warga datang disinalah Bu Syanti diselamatkan dari terkaman Pak Gino, kemudian
dilerai, dengan maksut menyadarkan Pak Gino para warga pun memukulinya.
Sedangkan istrinya langsung dilarikan ke rumah sakit, ditemani para tetangga
wanita dan keluarganya.
Tak
lama kemudian Polisi datang. Disini terjadi ketegangan antara warga ada yang
menyarakan untuk menangkap Pak Gino karena kejadian seperti ini sangat
meresahkan warga, tapi ada pula yang bilang “jangan” karena ini masalah keluarga,
lagi pula Pak Gino ini mengalami stress atau gila, dan orang gila tidak boleh
dihukumi. Alhasil, keputusan akhir Pak Gino dibebaskan. Dan sebagian warga
menyesalkan keputusan ini.
Pada kisah ini timbul
rasa solidaritas antar warga, dimana warga berbondong-bondong untuk datang
melihat ke TKP, dan ada pula yang bersembunyi dirumah sambil berdo’a, seperti
saya.
Komentar
Posting Komentar